SMAN Tawangmangu baru saja menggelar penutupan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan meriah, Senin (7/10). Acara tersebut dimeriahkan dengan beragam persembahan seni dari para siswa, pemberian penghargaan lomba, serta pemilihan ketua OSIS yang baru.
Acara dimulai dengan penampilan tari tradisional yang memukau dari siswa-siswi kelas XI, sebagai bentuk penghormatan pada budaya Indonesia. Tari ini mencerminkan nilai-nilai yang diusung oleh P5, yaitu gotong royong, kebhinnekaan global, dan kemandirian. Gerak tari yang dinamis dan penuh makna berhasil memukau para tamu undangan dan siswa lainnya.


Setelah penampilan tari, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba senam antar kelas yang telah berlangsung selama beberapa minggu. Kelas XI F6 keluar sebagai juara pertama setelah berhasil mengalahkan peserta lain dengan gerakan yang kompak dan kreatif. Mereka menerima penghargaan berupa piala dan sertifikat yang diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah, Bangun Sartono, S.Pd., M.Si.
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah pengumuman ketua OSIS yang baru untuk periode 2024/2025. Setelah proses pemilihan yang demokratis, akhirnya diumumkan bahwa Januar Rizki Pratama dari kelas XI F3 terpilih sebagai ketua OSIS. Dalam sambutannya, Januar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen untuk membawa organisasi siswa menuju program-program yang lebih inovatif dan bermanfaat bagi sekolah.

Acara penutupan P5 ini diakhiri dengan pertunjukan sandiwara Jawa berjudul “Ande-Ande Lumut” yang dibawakan oleh kelas XII IPS 1. Sandiwara ini bercerita tentang kisah cinta, kepahlawanan, dan moralitas, yang dikemas dalam nuansa budaya Jawa. Para pemeran menunjukkan kemampuan akting yang luar biasa, membuat cerita klasik ini hidup dan menghibur seluruh audiens.
Dengan berakhirnya penutupan P5 ini, SMAN Tawangmangu berhasil menunjukkan bahwa program ini bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga penguatan karakter melalui kegiatan seni, olahraga, dan demokrasi di lingkungan sekolah.
